Passing Grade IPB Institut Pertanian Bogor 2019

Apakah Anda, sebagai salah satu siswa yang kemudian berpartisipasi dalam Pemilihan Bersama Masuk Universitas Bersama (SBMPTN) tahun 2019, sudah cukup akrab untuk tidak meneruskan kata dalam passing grade? Ya, kecukupan ini merupakan ukuran standar yang dicapai dengan perhitungan sederhana dari hasil Seleksi Bersama Tes Masuk Universitas Bersama (SBMPTN) tahun sebelumnya. Secara umum, angka ini tidak dapat ditentukan secara tepat karena tergantung pada kuota (kapasitas) dan jumlah pihak yang berkepentingan dalam pemilihan jurusan di Universitas Negeri (PTN) tahun itu. Angka yang diperoleh biasanya dinyatakan dalam persentase, biasanya sekitar 40% – 50% persen di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Nilai yang cukup itu sendiri biasanya ditentukan berdasarkan nilai rata-rata hasil tes dari tahun sebelumnya. Nilai kualitas yang diteruskan oleh karena itu berfluktuasi setiap tahun, dapat berfluktuasi bahkan jika rumusnya tetap sama. Universitas negeri dan jurusan yang paling disukai adalah, seperti biasa, peringkat kelulusannya bahkan lebih besar, dan tentu saja kompetisi untuk bergabung dengan Universitas Negeri (PTN) juga akan sengit. Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada banyak orang yang enggan memilih universitas negeri (PTN) karena memiliki yang cukup rendah. Bahkan, pendapat ini bisa dikatakan salah, karena kualitas universitas negeri (PTN) tidak dapat ditentukan berdasarkan persentase yang disahkan untuk SBMPTN.

Anda dapat melihat bahwa kualitas Universitas Negeri (PTN) ditentukan baik secara akademis maupun non-akademis oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT). Tentu saja ada banyak faktor yang BAN-PT anggap mampu mendirikan negara pendidikan tinggi (PTN) dengan kualitas unggul. Dari kurikulum yang diterapkan hingga berapa banyak siswa yang lulus dengan predikat cumlaude. Hitungannya rahasia dan rumit. Ini dibuktikan dengan adanya biaya kuliah yang sama dengan nol rupiah saja atau gratis bagi orang yang tidak mampu. Selain itu, jumlah uang kuliah per Semester setiap siswa juga mengikuti pendapatan orang tuanya.

Itu sebabnya kredibilitas IPB sebagai institusi tersier sangat kredibel. Selain mendukung untuk sains dan bukan untuk komersialisasi atau industri pendidikan, IPB juga dikenal sebagai kampus yang menghasilkan banyak pelatih berkualitas. Contoh yang dapat diambil adalah bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhono di banyak universitas di Indonesia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di IPB. Selain itu, tidak ada lagi lembaga tersier yang berfokus pada pertanian seperti IPB. Dengan kampus yang luas dan beberapa laboratorium yang lengkap, IPB terbukti merupakan salah satu pilar kemajuan pertanian Indonesia. Tanpa IPB, tidak mungkin bagi Indonesia untuk tumbuh dan mengembangkan sektor pertanian sendiri dan perkebunannya sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *