Ayam Broiler Strain Hybro

Hybro Indonesia merupakan salah satu perusahaan dalam bidang peternakan yang memproduksi ayam broiler khususnya strain Hybro di Indonesia. Strain Hybro sendiri berasal dari pembibitan Euribrid yang berpusat di Belanda. Sebagian besar strain Hybro memiliki ciri-ciri bulu berwarna putih. Berbeda dengan strain lainnya seperti Cobb dan Hubbard, strain Hybro lebih berfokus menjaga keseimbangan antara sifat breeder dan broiler, tahan terhadap penyakit ascites, memiliki pertumbuhan yang bagus di iklim tropis, memiliki daya hidup dan kekuatan, serta pengembangan genetik pada produk karkas maupun hasil.

Konversi pakan yang baik menjadikan pertumbuhan ayam strain Hybro menjadi cepat.  Kualitas daging dada yang tebal dan karkas yang baik merupakan keunggulan dari ayam jenis ini. Perlu diketahui juga baha ayam strain Hybro memiliki performa terbaik pada umur empat minggu. Pada usia empat minggu saja seekor ayam strain Hybro mampu mencapai bobot 1581 gram dengan FCR 1,47 dan konsumsi ransum 2327 gram. Sedangkan pada usia 2 hari strain Hybro sudah memiliki peningkatan bobot menjadi 1753 gram per ekor dengan konsumsi ransum 2652 gram. Pada puncaknya yakni usia 34 hari ayam ini mengalami peningkatan bobot yang cukup signifikan yakni seberat 1928 gram per ekornya dengan konsumsi ransum mencapai 2997 gram. Konsumsi ransum atau pakam strain Hybro lebih tinggi jika dibandingkan dengan strain Ross akan tetapi bobot badan ayam strain Hybro juga lebih berat.

Berdasarkan harga ayam broiler hari ini yang rata-rata sebesar Rp. 13.000 di Pulau Jawa, maka budidaya ayam broiler strain Hybro cukup menggiurkan. Strain Hybro dianggap memiliki nilai ekonomi yang tinggi di pasaran mengingat ayam jenis ini cukup produktif dengan masa panen yang relatif singkat. Daya minat masyarakat yang cukup besar terhadap daging ayam serta ketersediaan daging ayam kampung yang langka dan mahal membuat bisnis ayam broiler meroket dan mendominasi di Indonesia. Selain strain Hybro, Strain Cobb dan Hubbard adalah contoh lain yang patut dicoba.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *