Alasan Kenapa Pengajuan Pinjaman KTA Ditolak

Penolakan pinjaman KTA, kartu kredit atau KPR adalah kekuatan bank. Masalahnya, perbankan tidak mau mengungkap alasan penolakan tersebut. Berikut kemungkinan alasan mengapa KTA, pinjaman kartu kredit KPR ditolak oleh bank. Bank tidak pernah memberikan penjelasan rinci mengapa pinjaman tersebut ditolak. Ini adalah dasar umum. Hanya ditolak kaget. Lebih lanjut, dia ditolak tanpa penjelasan. Peminjam selalu merasa bahwa semua persyaratan telah terpenuhi dan memiliki pilihan untuk membayar cicilan. Kemarahan ini terkadang meningkat ketika Anda membutuhkan dana segera.

Tidak terungkapnya alasan penolakan permohonan kredit tersebut karena bank kemungkinan besar ingin menghindari manipulasi dalam permohonan kredit. Dengan mengetahui alasan spesifik penolakan, peminjam dapat melakukan perubahan informasi atau hal lain hingga pinjaman disetujui. Namun demikian, tidak semua pemborosan disebabkan oleh manipulasi data atau informasi. Terdapat hal-hal yang disebabkan oleh kelalaian pihak peminjam dalam memberikan informasi dan dokumen.

Berhubung banyak yang lalai dalam proses pengajuan pinjaman, saya coba rangkum alasan-alasan yang bisa menyebabkan pengajuan kredit ditolak. Baik itu KTA, kartu kredit atau KPR. Ringkasan ini didasarkan pada wawancara dengan karyawan bank dan pengalaman orang-orang yang ditolak pinjamannya. Dengan memahami alasan-alasan ini, peminjam dapat melakukan penelitian yang lebih baik dan mempersiapkan aplikasi kredit mereka. Tidak ada jaminan 100% bahwa itu akan disetujui. Namun, setidaknya dengan persiapan yang matang, peluang mendapatkan persetujuan lebih besar.

1. Tidak memenuhi syarat

Bank menetapkan syarat minimum bagi seseorang untuk mengajukan pinjaman. Sejumlah persyaratan kredit harus dipenuhi agar aplikasi dapat diproses. Gaji sesuai ketentuan. Misal, peminjam memiliki gaji Rp 2 juta / bulan sedangkan upah minimum Rp 3 juta / bulan. Usia di luar rentang minimum dan maksimum. Usia minimal dikaitkan dengan validitas (boleh bertindak secara legal), sedangkan usia maksimal dikaitkan dengan kepastian penghasilan (belum pensiun).

Peminjam berlokasi di luar kawasan bisnis bank. Hingga bank tidak dapat memproses aplikasi di tempat-tempat di luar area bank. Karena itu, pastikan Anda memenuhi syarat tersebut saat mengajukan pinjaman. Ini membuang-buang waktu jika Anda tahu Anda tidak memenuhi kriteria awal tetapi masih mengajukan pinjaman.

2. Dokumen salah

Calon debitur diharuskan menyerahkan sejumlah dokumen saat mengajukan kredit. Misalnya kartu identitas, slip gaji dan kartu kredit. Jika dokumen tersebut tidak disertakan, bank akan menolak pinjaman tersebut. Penyerahan dokumen merupakan tahap pertama dari proses akreditasi. Bank akan menolak nasabah dengan dokumen yang diduga palsu atau kadaluarsa. Misalnya kartu identitas yang sudah tidak berlaku lagi, slip gaji bukan dari perusahaan tempat Anda bekerja sekarang.

3. Data palsu

Informasi dan dokumen yang diserahkan oleh calon debitur akan dinilai validitas dan validitasnya. Jika dalam proses ditemukan peminjam memberikan data yang tidak akurat atau tidak benar, maka bank akan langsung menolak aplikasi tersebut. Bank menerapkan proses verifikasi dokumen yang ketat untuk mengidentifikasi kreditor potensial yang mencoba menipu mereka dengan memberikan data palsu.

Jika Anda kedapatan memasukkan data atau informasi palsu, calon peminjam akan masuk daftar hitam. Mereka yang masuk daftar hitam cenderung tidak diterima karena dianggap buruk. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba menggunakan informasi, dokumen atau data palsu. Kecuali niatnya buruk. Namun dengan kecanggihan teknologi saat ini, upaya pemalsuan data dan informasi dapat dengan mudah terdeteksi oleh bank.

4. Tidak bisa dihubungi

Setelah data dan dokumen lengkap, pihak bank menghubungi calon debitur. Tujuan dari kontak ini adalah untuk mengkonfirmasi dan memastikan bahwa pihak tersebut benar-benar mengajukan kredit. Dalam banyak kasus, bank menemukan pengajuan kredit palsu, yaitu dokumen berisi observasi yang tidak disampaikan oleh para pihak.

Oleh karena itu, bank akan menolak calon debitur yang tidak terjangkau. Selain menghindari pengajuan kredit palsu, bank ingin memastikan nasabah bisa dihubungi sejak awal. Bahkan saat ini bank masih sulit untuk menghubungi mereka, bagaimana jika muncul masalah. Ini adalah prinsip bahwa peminjam yang sulit dihubungi tidak diproses.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *